Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN menyelenggarakan Simulasi Penanganan Insiden Siber Sektor Kesehatan yang dilaksanakan di Aula dr. Roebiono Kertopati Kantor BSSN Depok, Jawa Barat pada Kamis (11/09/2025).
Acara dibuka oleh Sandiman Utama BSSN Maria Widyaningsih yang mewakili Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN dan diikuti oleh 114 peserta Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Sektor Kesehatan.
Dalam sambutannya Maria menyampaikan bahwa digitalisasi sektor kesehatan adalah sebuah keharusan, selain upaya pencegahan penyakit, juga meliputi peningkatan layanan, teknologi serta pembangunan infrastruktur kesehatan yang inklusif.
“Digitalisasi sektor kesehatan adalah sebuah keharusan. Terbukti dengan dioperasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), rekam medis, elektronik, hingga satu sehat. Semua ini dilakukan demi memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat, efisiensi proses, akurasi diagnosis, kontinuitas perawatan, penghematan biaya, dan pemantauan kesehatan mandiri berbasis teknologi informai,” ujarnya.
Maria juga menyampaikan bahwa sektor kesehatan perlu melakukan beberapa hal dalam perlindungan insiden siber diantaranya identifikasi Infrastruktur Informasi Vital (IIV), penyusunan kerangka kerja dan peta jalan pelindungan IIV, penerapan standar keamanan siber, manajemen risiko keamanan siber termasuk pengelolaan insiden siber.
Saat simulai berlangsung, para peserta diberikan materi mulai dari simulasi pengelolaan insiden siber, kemudian simulasi penanganan insiden siber, dan yang terakhir evaluasi simulasi pengelolaan insiden siber yang dipandu oleh narasumber dari BSSN.
Hadir dalam simulasi ini yaitu Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia Agus Prasetyo, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan Eko Sulistijo, perwakilan Huawei serta pejabat dan staf BSSN terkait.
Melalui simulasi penanganan insiden siber ini peserta mampu merespon setiap insiden keamanan siber secara cepat, tepat, guna meminimalkan dampak yang timbul dan segera memulihkan sistem yang terdampak, serta mencegah insiden serupa terulang kembali dikemudian hari.
BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK BSSN