Peringatan Keamanan
 Depok, BSSN.go.id –  BSSN menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Kolaborasi Proaktif Hadapi Ancaman Siber: Strategi Pemblokiran IoC yang Efektif dan Berkelanjutan” yang menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antara para pemangku kepentingan, khususnya kerja sama operasional antara BSSN, anggota Desk Keamanan Siber dan Perlindungan Data serta Pengelola ISP/NAP/IX. Acara yang dibuka oleh Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Bondan Widiawan itu diselenggarakan di Aula dr. Roebiono Kertopati Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat pada Selasa (12/8/2025).
 
 Dalam sambutannya Deputi Bondan mengatakan bahwa digital transformation itu bukan merupakan sebuah pilihan tetapi keharusan dalam mentransformasi masyarakat terkait  kepemimpinan. 
 
Menurutnya, ke depan diharapkan tercipta langkah strategis yang memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, mendorong terbentuknya kolaborasi yang kokoh dan adaptif, meningkatkan efektivitas deteksi dini, respons insiden, dan ketahanan sistem secara menyeluruh guna mendukung keamanan siber nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam laporan kegiatan yang disampaikan oleh Sandiman Madya BSSN Claudia Dwi Amanda menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan FGD itu adalah sebagai bentuk peningkatan pemahaman dan kesadaran keamanan siber di kalangan anggota Desk Keamanan Siber dan Pelindungan Data melalui kegiatan dialog terbuka dan pertukaran informasi, best practices, dan pengalaman terkait dengan keamanan siber. 

Selain itu untuk membangun fungsi koordinasi antara pemerintah dan swasta dengan membangun kesadaran seluruh pemangku kepentingan terkait pentingnya kolaborasi dan kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketahanan siber nasional, serta untuk penyamaan persepsi melalui diskusi dan rencana kolaborasi sehingga menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat ekosistem keamanan siber nasional.

Saat FGD berlangsung, keynote speech oleh Direktur Operasi Keamanan Siber BSSN Andi Yusuf menjelaskan latar belakang dan urgensi dari pemblokiran Indicator of Compromise (IoC) sebagai bentuk upaya pencegahan efektif terjadinya ancaman siber di Indonesia. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan penyampaian materi “Kolaborasi Proaktif Hadapi Ancaman Siber” oleh Kadek Khrisna Adi Muliastawan dan materi “Strategi Pemblokiran IOC yang Efektif dan Berkelanjutan” oleh Menhariq Noor,  serta sesi dialog terbuka pembahasan dan penyamaan persepsi terkait blocking IOC serta pertukaran informasi mengenai tren dan metode serangan siber di kalangan anggota Desk Keamanan Siber dan Pelindungan Data dan Pengelola ISP/NAP/IX.

FGD dihadiri oleh Pejabat BSSN, Perwakilan Kemenko Polkam, Kementerian/Lembaga Anggota Desk Keamanan Siber dan Pelindungan Data, APJII, PANDI, dan Perwakilan Pengelola ISP/NAP/IX lainnya.

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN 

Kembali ke Artikel