Peringatan Keamanan
 
Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Direktorat Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Kebijakan dan Implementasi Algoritma Kriptografi Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Mayjen TNI (Purn) Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Depok, Jawa Barat pada Rabu (23/07/2025).
Dalam laporannya Direktur Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Sutedjo Joewono, S.E., M.M. menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun kesamaan persepsi dan sinergi dengan stakeholder dalam mendukung implementasi kebijakan algoritma kriptografi, dan memberikan wawasan dalam perkembangan post quantum cryptography (PQC).
FGD dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Strategi Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN Marsekal Muda (TNI) R. Tjahjo Khurniawan, S.T., M.Si. Dalam sambutannya Deputi Tjahjo menyampaikan bahwa di era kriptografi modern seperti saat ini, algoritma kriptografi menjadi perisai dalam keamanan data, algoritma kriptografi komplek menjadi fondasi dalam menjaga kerahasiaan dan integritas informasi dari ancaman siber yang semakin canggih.
“Dalam Strategi Keamanan Siber Nasional dan Manajamen Krisis Siber telah diatur secara jelas bahwa terdapat 8 fokus area strategis kemanan siber nasional. Salah satu fokus yang fundamental adalah kemandirian kriptografi nasional. BSSN berperan sebagai lokomotif kebijakan dalam mendorong ekosistem kriptografi nasional agar tumbuh secara mandiri, adaptif dan berdaya saing,” ujar Tjahjo.
Setelah sambutan dari Deputi Tjahjo, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh 3 orang narasumber yaitu Direktur Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi BSSN selaku  Ketua Komite Algoritma Kriptografi Indonesia (AKI) Sutedjo Joewono, S.E., M.M. dengan tema Terbentuk Komite Algoritma Kriptografi Indonesia, Terbitnya Keputusan Kepala BSSN tentang Penetapan Algoritma Kriptografi Indonesia, Langkah – langkah BSSN dalam menyusun panduan migrasi ke PQC.
Selanjutnya Narasumber Prof. Dr.Eng. Khoirul Anwar, S.T., M.Eng memaparkan materi tentang Peran akademisi dalam edukasi, standardisasi, dan penerapan algoritma kriptografi, koordinasi antara pemerintah dan akademisi dalam memahami kebijakan terkait algoritma kriptografi, kolaborasi dalam penyusunan kriteria algoritma kriptografi Indonesia.
Sedangkan Prof. Yudho Giri Sucahyo, S.Kom., M.Kom. PhD menyampaikan tema Strategi Nasional terhadap perkembangan komputer kuantum dan Post Quantum Cryptography (PQC), Implementasi, pengujian, pilot project dan kebijakan pendukung dalam rangka migrasi ke PQC; Penguatan SDM, vendor dan rantai pasok, kolaborasi internasional, dan keberlanjutan jangka panjang dalam migrasi ke PQC.
Paparan pada sesi pertama dan diskusi berlangsung interaktif dan dinamis dimoderatori oleh Sandiman Utama pada Direktorat Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi BSSN M. Ikro.
Pada sesi kedua, peserta FGD dibagi dalam kelompok yang membahas tema “Sinergi Implementasi Algoritma Kriptografi Indonesia dan Persiapan Migrasi PQC”. Dalam diskusi tersebut menekankan pada beberapa aspek antara lain Tantangan utama implementasi kriptografi di Indonesia, Bagaimana kesiapan organisasi dalam migrasi ke PQC, Kontribusi kongkret dan langkah klaboratif dalam migrasi ke PQC. Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu oleh Anggota Komite AKI Dr. Bety Hayat Susanti, S.Si., M.E.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Pelaku Usaha, LSPro, Asosiasi, Akademisi, Kementerian/Lembaga, Pakar, Pejabat Struktural serta Fungsional di lingkungan BSSN.
Melalui FGD ini BSSN menekankan bahwa kemandirian kriptografi bukan sekadar capaian teknis, namun merupakan salah satu bentuk kedaulatan negara. Negara harus berdaulat atas sistem yang digunakan untuk melindungi kerahasiaan, keutuhan, dan nirsangkal informasi.
 
 
 
Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN 
Kembali ke Artikel