Jakarta, BSSN.go.id – Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN meresmikan dan mengukuhkan pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Organisasi pada Industri Hulu Migas di Kantor SKK Migas Jakarta pada Kamis (20/02/2025).
Industri hulu migas yang merupakan bagian dari Sektor ESDA adalah bagian integral dari Infrastruktur Informasi Vital (IIV). Keamanan siber pada sektor ini sangat penting, karena gangguan terhadap ketersediaan energi dapat memiliki dampak yang luas, mulai dari terhentinya proses produksi hingga ancaman terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat.
Pembentukan CSIRT Organisasi pada Industri Hulu Migas ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan siber nasional, sebagai langkah memastikan bahwa sistem-sistem kritikal ini dapat terlindungi dari berbagai ancaman siber yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menyampaikan bahwa Keberadaan CSIRT memungkinkan organisasi untuk lebih siap dalam menghadapi potensi insiden yang dapat mengganggu operasional dan merugikan organisasi maupun negara.
“CSIRT adalah struktur yang sangat penting bagi setiap organisasi untuk merespon insiden siber secara cepat dan terkoordinasi. Pembentukan tim ini akan meningkatkan kemampuan kita dalam menghadapi dan mengatasi serangan siber, serta melindungi data dan infrastruktur penting dari ancaman yang terus berkembang,” ujar Pamungkas.
Selain itu, Deputi Pamungkas juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih lanjut antara seluruh pemangku kepentingan di sektor hulu migas, hal ini untuk memastikan bahwa setiap upaya yang dilakukan dalam rangka membangun ketahanan siber dapat terkoordinasi dengan baik.
“Kami juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih lanjut antara seluruh pemangku kepentingan di sektor hulu migas, termasuk BSSN, SKK Migas, dan seluruh K3S. Kolaborasi ini akan memastikan bahwa setiap upaya yang dilakukan dalam rangka membangun ketahanan siber dapat terkoordinasi dengan baik, sehingga dapat mengurangi risiko dan dampak dari ancaman siber yang mungkin terjadi,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Deputi Pamungkas mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respon terhadap ancaman-ancaman ini, terutama dalam mengembangkan CSIRT pada masing-masing organisasi.
Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN