Depok, BSSN.go.id – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, secara resmi membuka Rapat Kerja BSSN Awal Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Aula dr. Roebiono Kertopati Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat pada Senin (13/01/2025).
Raker dihadiri oleh pejabat BSSN, termasuk Wakil Kepala BSSN Komjen Pol. A. Rachmad Wibowo, S.I.K., serta jajaran pimpinan dan peserta rapat kerja dari seluruh unit kerja di lingkungan BSSN. Tema raker awal tahun ini adalah “Konsolidasi dan Integrasi Program/Kegiatan dan Anggaran BSSN Tahun 2025 secara Efektif dan Efisien dalam Mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden”.
Dalam sambutannya, Hinsa Siburian menekankan pentingnya refleksi atas berbagai tantangan yang dihadapi pada tahun 2024, seperti kasus perjudian daring dan serangan siber pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Ia menggarisbawahi bahwa pengalaman tersebut harus dijadikan pelajaran untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme BSSN di masa mendatang.
Memasuki tahun 2025, Hinsa Siburian mengingatkan seluruh peserta rapat untuk memahami bahwa tahun ini merupakan periode efektif kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program prioritas nasional, Asta Cita, menjadi landasan bagi arah kebijakan dan langkah strategis BSSN.
“Kita harus mampu menyesuaikan program dan kegiatan agar sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan,” ujar Hinsa.
Rapat kerja ini juga bertujuan untuk memastikan konsolidasi dan integrasi program, kegiatan, serta anggaran BSSN agar efektif dan efisien. Fokus utama adalah mendukung keberhasilan Program 100 Hari Kerja BSSN serta meningkatkan akuntabilitas kinerja dan anggaran di tahun 2025.
Mengakhiri sambutannya, Hinsa secara resmi membuka rapat kerja tersebut seraya memohon rida dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
“Rapat Kerja Badan Siber dan Sandi Negara Awal Tahun Anggaran 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya.
Melalui rapat kerja ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dalam menghadapi isu-isu nasional terkait keamanan siber, memastikan kesinambungan program kerja, dan mendukung visi kepemimpinan nasional menuju masa depan yang lebih aman dan terintegrasi.