Jakarta, BSSN.go.id – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi menghadiri acara peresmian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Kegiatan peresmian lembaga pengelola investasi milik negara tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/2/2025).
“Peluncuran Danantara hari ini memiliki arti penting. Karena Danantara bukan sekadar badan pengelolaan investasi, melainkan harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang akan mengoptimalkan cara kita mengelola kekayaan Indonesia,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat peresmian
Pembentukan BPI Danantara bertujuan mengelola dan mengoptimalkan aset perusahaan milik negara, dengan proyeksi aset yang dikelola mencapai lebih dari US$900 miliar.
Danantara dirancang untuk berfungsi sebagai kendaraan investasi dan perusahaan induk bagi BUMN yang mendominasi berbagai sektor ekonomi seperti perbankan, energi, dan telekomunikasi.
Dengan modal awal sebesar US$61 miliar atau sekitar 1.000 triliun rupiah, lembaga ini diharapkan dapat menarik investasi global dan meningkatkan kinerja BUMN melalui restrukturisasi dan optimalisasi manajemen aset.
Danantara mengkonsolidasikan delapan entitas diantaranya Indonesia Investment Authority (INA), Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Pertamina, Telkom Indonesia, dan MIND ID.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BSSN Nugroho mengatakan instansi yang dipimpinnya akan mendukung transformasi digital pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang digunakan oleh Danantara, khususnya dalam hal pengamanan sistem informasinya.
“Upaya digitalisasi yang diadopsi oleh lembaga tersebut tentu akan menjadi tantangannya. Seperti tata kelola data, keamanan informasi, serta pengolahan data yang akurat dan konsisten,” ujar Kepala BSSN Nugroho di Kompleks Istana Merdeka.
Selain itu, menurut Kepala BSSN, tranformasi digital yang digunakan pada SPBE akan tercipta pemerintahan yang lebih terhubung dan mudah diakses. Karena manfaatnya dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi, meningkatkan kinerja, serta memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
“Tranformasi digital yang digunakan pada SPBE akan tercipta pemerintahan yang lebih terhubung dan mudah diakses. Karena manfaatnya dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi, meningkatkan kinerja, serta memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pungkas Kepala BSSN Nugroho.
Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN