Jakarta, BSSN.go.id – Dalam kegiatan Indonesia Cyber Forum bertajuk “Harmoni dalam Kolaborasi”, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menekankan pentingnya kedaulatan digital sebagai sebuah keharusan strategis dalam menghadapi tantangan era transformasi digital. Forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga ajang penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan ruang siber yang aman, terbuka, dan berdaulat.
Transformasi digital yang terus melaju telah mendorong efisiensi, inovasi, dan konektivitas di seluruh lini kehidupan, termasuk pemerintahan dan ekonomi. Namun, perkembangan ini juga diiringi oleh meningkatnya risiko di ruang siber mulai dari serangan ransomware, kebocoran data, hingga disinformasi yang mengancam stabilitas nasional.
Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si memaparkan Lanskap Keamanan Siber Indonesia untuk memberikan gambaran kondisi keamanan siber yang menjadi peran BSSN dan pemangku kepentingan lainnya.
“Dalam lanskap ini, kita harus memandang kedaulatan digital bukan lagi sebagai pilihan, melainkan sebagai keharusan mutlak,” ujar Deputi Sulistyo saat menjadi pembicara di Fairmont Jakarta pada Rabu (23/7/2025).
Lebih lanjut Deputi Sulistyo menyampaikan bahwa BSSN mencatat bahwa sejak Januari 2020 hingga Juni 2025, lebih dari 6,8 miliar anomali trafik siber telah terdeteksi oleh Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) yang kini menjadi Direktorat Operasi Keamanan Siber. Sebanyak 83% dari anomali tersebut adalah malware.
Menurutnya, lebih mengkhawatirkan lagi, dari 8.769 notifikasi insiden yang dikirimkan ke pemilik sistem elektronik selama periode tersebut, hanya 27,9% yang ditindaklanjuti.
“Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan besar dalam respons terhadap ancaman. Keamanan siber bukan sekadar tanggung jawab teknis, melainkan amanah strategis untuk menjaga masa depan bangsa,” ujarnya.
Selain itu, masih di forum yang sama, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat BSSN Akbar Hutasuhut dalam sesi diskusi panel memaparkan materi Membangun Ekosistem Keamanan Siber Nasional yang Tangguh.
Forum ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi menuju ruang siber nasional yang tidak hanya tangguh secara teknis dan meningkatkan awareness, tetapi juga berdaulat secara strategis.
Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN