Peringatan Keamanan
Jakarta – Deputi III Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Dr. Sulistyo, S.Si, S.T., M.Si. menjadi narasumber dalam acara Digital Creative Leadership Forum. Dalam forum ini, Deputi Sulistyo menyampaikan berbagai hal penting terkait keamanan digital di Indonesia yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia di Jakarta Rabu (12/02/2025).
Dalam paparannya, Deputi Sulistyo menjelaskan lanskap keamanan siber di Indonesia, termasuk tantangan yang dihadapi serta lesson learned dari berbagai insiden siber yang pernah terjadi. Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan siber, dimulai dari hal-hal sederhana seperti membuat password yang kuat, tidak membagikan password kepada orang lain, menghindari penggunaan aplikasi bajakan, serta memasang antivirus pada perangkat yang digunakan. Selain itu, Sulistyo juga menekankan pentingnya tata kelola keamanan informasi yang baik untuk melindungi data dan sistem elektronik dari ancaman siber.
“Di tahun 2024 kami memberikan notifikasi tentang adanya potential threat dari sistem elektronik yang dimiliki oleh pemerintah, swasta, serta sektor lainnya. Kemudian yang menindaklanjuti notifikasi tidak lebih dari 60%,” ungkap Sulistyo.
Data tersebut diperoleh dari Tim Pusat Kontak Siber BSSN yang telah mengirimkan sebanyak 1.367 notifikasi indikasi insiden siber ke berbagai sektor. Sebanyak 58% atau 741 notifikasi sudah direspon oleh stakeholder dan sebanyak 42% atau 513 notifikasi tidak direspon.
Dari 1.367 Notifikasi terkirim, didapatkan hasil Top 5 Klasifikasi Indikasi Insiden yang dinotifikasi oleh BSSN yaitu Data Breach sebanyak 535, Anomali Trafik sebanyak 455, Malicious Activity sebanyak 86, Trojan sebanyak 77, dan Malicious Software sebanyak 72.
Deputi Sulistyo juga mengingatkan agar password tidak mudah ditebak, kemudian jangan pernah membagikan password kepada orang lain. Agar gawai aman, jangan pernah menggunakan software bajakan karena mengandung malware yang dapat mencuri data. Selanjutnya sebagai pengamanan ekstra, gunakan antivirus pada gawai yang digunakan.
“Belajar dari pengalaman yang pernah terjadi, berkaitan dengan insiden (siber) itu banyak disebabkan oleh faktor people atau sumber daya manusianya,” ujar Sulistyo
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan berbagai pihak dalam menjaga keamanan digital di Indonesia. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat, diharapkan ekosistem digital yang lebih aman dan tangguh dapat terwujud di masa depan.
 
Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN


Kembali ke Artikel