Personal
 
Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar kegiatan literasi siber bertema “Selayang Pandang Keamanan Siber” yang diikuti siswa SMK Taman Siswa 2 Jakarta dan juga SMK Negeri 4 Bandar Lampung. Acara ini dihadiri sebanyak 135 siswa yang sangat antusias mempelajari isu-isu terkini terkait keamanan siber serta peluang melanjutkan pendidikan di Politeknik Siber dan Sandi Negara, yang berlangsung di Kantor BSSN Sawangan Depok, Jawa Barat pada Senin (20/01/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Ardi Arupa Kewangga, Pranata Humas pada Biro Hukum dan Komunikasi Publik-BSSN, yang juga bertindak sebagai narasumber. Dalam sambutannya, Ardi menekankan pentingnya literasi siber bagi generasi muda di era digital. Ancaman siber terus berkembang, dan generasi muda, termasuk siswa SMK, harus memahami potensi ancaman ini agar mampu melindungi diri sekaligus berkontribusi dalam menjaga keamanan siber nasional.
Tamim Ma’ruf, Ketua Bidang Pendidikan Majelis Cabang Taman Siswa 2 Jakarta, mengapresiasi acara ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan siswa dan membuka peluang untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di BSSN. Hal serupa juga diungkapkan oleh Edy Hermanto, Ketua Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMKN 4 Bandar Lampung.
“Kunjungan ini sangat berarti bagi kami, baik sebagai tenaga pendidik maupun peserta didik, untuk memperoleh wawasan baru. Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari BSSN,” ujar Edy.
Dalam sesi literasi, Ardi Arupa memaparkan lanskap ancaman siber di Indonesia, mulai dari phishing, ransomware, hingga serangan rekayasa sosial (social engineering). Siswa juga diperkenalkan pada tren ancaman yang terus berkembang, seperti serangan terhadap infrastruktur kritis dan pencurian data pribadi.
Selain itu, sesi ini mengkampanyekan literasi siber melalui akronim “SIAP” #JagaRuangSiber, yang terdiri dari Simpan Datamu, Ikuti Literasi, Amankan Gadgetmu, dan Perkuat Passwordmu. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan di ruang siber serta mendorong praktik terbaik dalam melindungi data dan perangkat digital.
Selain itu, Ardi Arupa juga memperkenalkan Politeknik Siber dan Sandi Negara, lembaga pendidikan yang mencetak generasi muda berkompeten dalam menjaga keamanan siber nasional. Politeknik ini menawarkan pendidikan dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung negara, dan lulusannya akan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di BSSN atau instansi pemerintah lainnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Para siswa diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber, sehingga suasana menjadi lebih hangat dan penuh antusiasme. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta, narasumber, dan juga perwakilan BSSN.
Kegiatan literasi siber ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam kepada generasi muda terkait pentingnya menjaga keamanan siber nasional dan mendorong mereka untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman digital di masa depan. 
Kembali ke Artikel