Peringatan Keamanan
 Jakarta, BSSN.go.id – CNBC Indonesia menggelar Fintech Forum bertema “Identitas Terverifikasi Jadi Benteng Keamanan Perbankan di Era Digital”. Acara ini menghadirkan regulator dan pelaku industri untuk membahas keamanan data di sektor keuangan. Dr. Sulistyo, S.Si., S.T., M.Si., Deputi Bidang Keamanan Siber Pemerintahan dan Pengembangan Manusia mewakili Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai Narasumber. Adapun Narasumber lainnya Indah Tramadhini, Kepala Departemen Pengaturan & Pengembangan Perbankan OJK, Mashall Pribadi, CEO Privy dan YB Hariantono, Anggota Perbanas Bidang IT & Operation pada Senin (15/9).  
Sulistyo mengungkapkan, pentingnya identitas digital yang aman sebagai benteng utama perbankan di era digital. Menurutnya, ada tiga tantangan besar: faktor manusia (literasi digital rendah), faktor teknologi (evolusi ancaman yang cepat), serta tata kelola (pendekatan reaktif).

BSSN mendorong penerapan standar e-KYC dengan verifikasi biometrik, deteksi liveness, dan validasi ke Dukcapil, ditambah enkripsi wajib untuk melindungi data nasabah. 
 
Dalam Fintech Forum, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perbankan OJK, Indah Iramadhini mengungkapkan besarnya serangan siber yang menjadi ancaman utama sektor keuangan utamanya perbankan saat ini. Risiko ini tidak hanya terkait teknologi namun juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi global. Hal ini tercermin dari risiko kebocoran data, ransomware hingga paparan data di darkweb.

Sementara itu, Anggota Bidang IT & Operations Perbanas, Y.B Hariantono mengungkapkan pentingnya penguatan transformasi perbankan yang terkait 3 hal yakni teknologi, bisnis proses dan SDM menjadi hal utama guna menjaga keamanan sekaligus menghindari terjadi fraud.

Dari sisi Industri, Privy sebagai konsultan Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) mengungkapkan strategi pengembangan sertifikat elektronik termasuk tanda tangan elektronik yang mampu menangkal serangan siber era AI.

BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK BSSN 

Kembali ke Artikel