Peringatan Keamanan
 Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia menyelenggarakan kegiatan Forum Analisis dan Berbagi Informasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Administrasi Pemerintahan dengan mengusung tema “Sinergi Keamanan Siber Untuk Pemerintahan Digital yang Aman dan Tangguh”. Kegiatan diselenggarakan secara hybrid dari Auditorium Mayjen TNI (Purn) Roebiono Kertopati Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat pada Kamis (7/8/2025).  
Forum dalam rangka memperkuat kolaborasi dan koordinasi antar TTIS/CSIRT Sektor Pemerintah Pusat ini menjadi wadah berdiskusi dan bertukar informasi mengenai kebijakan, regulasi, teknik, taktik, dan prosedur penanganan insiden keamanan siber. Forum dihadiri oleh 300 peserta yang hadir secara luring yang berasal dari 93 TTIS Pemerintah Pusat, 42 TTIS Pemerintah Daerah dan 15 Kementrian/Lembaga yang dalam prosespembentukan TTIS di BSSN.

Kegiatan Forum Analisis dan Berbagi Informasi Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Administrasi Pemerintahan diawali dengan sambutan oleh Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat BSSN Chairul Akbar Hutasuhut. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana berbagi informasi antar instansi dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi ancaman insiden siber yang bersifat lintas sektor, penguatan kapasitas respon, dan perlindungan infrastruktur informasi vital di sektor administrasi pemerintahan.

Dilanjutkan dengan sambutan oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo. Disampaikannya bahwa keberadaan forum Analisis dan Berbagi Informasi Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Administrasi Pemerintahan ini menjadi hal yang penting mengingat serangan siber saat ini sangat massif, namun kemampuan kapabilitas TTIS bervariatif. 

Dalam forum ini dijelaskan bagaimana TTIS mengatasi dan mengonsolidasikan sumber daya disaat menghadapi serangan siber agar segera pulih serta bagaimana meminimalisir serangan itu terjadi kembali. 
 
Selain itu, disampaikan bahwa peristiwa serangan siber tidak hanya ditangani pada level teknis, namun juga di level non teknis seperti koordinasi antar pimpinan, dan tim humas instansi terdampak insiden harus berperan aktif.

Forum ini menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten antara lain, pada sesi pertama, Ridlwan Habib, Pakar Intelijen Keamanan Siber, yang memaparkan tentang Strategi Pemanfaatan AI dalam Keamanan Siber, kemudian dilanjutkan narasumber Digit Oktavianto, Co-Founder Blue Team.Id yang memaparkan tentang  Perangkat Monitoring Keamanan Siber dan Deteksi Kerentanan untuk Seluruh Level Pemerintah.

Sesi kedua, narasumber A. Indra Jaya Sukma, Kapusdatin BPOM memaparkan tentang Strategi Menghadapi Tantangan dan Ancaman Siber pada CSIRT Organisasi kemudian dilanjutkan narsumber Didik Wibawanto, dari Pemkab Blitar yang memaparkan tentang Peningkatan Deteksi Ancaman Siber melalui Pengelolaan Rules pada Host-Based Intrusion Detection System berbasis Open Source.

Closing statement disampaikan oleh Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN Danang Jaya yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta. Disampaikannya juga olehnya bahwa gambaran secara umum perihal capaian indeks SPBE indikator 22 masih ada pada tingkat kematangan level 1 pada IPPD. 

Hal itu tentunya bisa menjadi bekal sekaligus menjadi tantangan bagi TTIS Organisasi untuk dapat menaikkan level sehingga menjadi tim yang dapat diandalkan dalam rangka mencegah dan menangani insiden siber.

Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN 

Kembali ke Artikel