Peringatan Keamanan
Depok, BSSN.go.id – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kembali menegaskan peran strategisnya dalam menjaga keamanan siber nasional melalui kegiatan kunjungan akademis. Kali ini BSSN menerima kunjungan mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang berlangsung di Aula dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat pada Senin (10/3/2025).
Acara ini dibuka oleh Yudhi Hernawan, S.Sos., M.Si., selaku perwakilan dari BSSN bersama Dr. Brian Amy Prastyo, S.H., M.L.I., LL.M. selaku pimpinan kunjungan. Yudhi dalam sambutannya menyoroti urgensi kolaborasi dalam menghadapi ancaman siber di era digital. Oleh karenanya negara hadir melalui Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2021 tentang BSSN.
“Tugas BSSN adalah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang keamanan siber dan sandi guna membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan. Hal ini untuk melindungi bangsa dari ancaman siber,” ucapnya.
Sejalan dengan hal itu BSSN terus mendorong sinergi melalui pendekatan quadhelix yang melibatkan empat pilar utama, yakni pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan akademisi. Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun ekosistem keamanan siber yang lebih tangguh dan adaptif terhadap tantangan global.
Pada kesempatan yang sama, Brian Amy mengucapkan terima kasih kepada pimpinan BSSN karena telah menerima mahasiswa FHUI untuk meningkatkan pemahaman mengenai penanganan dan pelaporan insiden siber.
Selanjutnya, Novian Nur Cahya, S.ST., M.Kom. dari Direktorat Operasi Keamanan Siber BSSN, memberikan paparan mengenai pentingnya pengelolaan insiden siber. Dalam presentasinya, Novian menyoroti berbagai kebijakan yang telah diterapkan oleh BSSN, termasuk Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional dan Manajemen Krisis Siber, serta Peraturan BSSN Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Insiden Siber.
“Dalam menghadapi insiden siber, pendekatan yang sistematis sangat diperlukan. Kita harus siap dalam tiga fase utama yakni sebelum krisis, saat krisis, dan setelah krisis. Dengan membangun tim tanggap insiden siber yang kuat di berbagai sektor, kita dapat merespons lebih cepat dan meminimalisir dampak serangan siber,” ujar Novian.
Acara ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi hukum. Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, kesadaran akan pentingnya keamanan siber semakin meningkat dan dapat diimplementasikan pada berbagai sektor untuk menghadapi dinamika ancaman siber yang semakin kompleks.
 
Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN


Kembali ke Artikel