Peringatan Keamanan
 Jakarta, BSSN.go.id – Pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara pemilik sistem elektronik, sedangkan BSSN sebagai regulator serta koordinator keamanan siber nasional, menjadi kunci dalam penerapan keamanan ruang siber nasional. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Brigjen TNI Bondan Widiawan, S.Kom., M.Si., saat memberikan keynote speech pada Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2025 di JHCC, Senayan, Jakarta, Kamis (7/8/2025).  Dalam pidatonya, Bondan menegaskan pentingnya Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) dilaksanakan secara semesta dan kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari penyelenggara negara, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas atau masyarakat.  
Menurut Bondan, pemerintah tidak tinggal diam melihat ancaman yang menghantui ruang siber nasional. Pemerintah hadir melalui peraturan perundang-undangan untuk memberikan jaminan dan pelindungan terhadap warga negaranya seperti UU ITE, Pelindungan Data Pribadi, serta peraturan turunan lainnya.

“Melalui peraturan perundang-undangan berikut peraturan turunan lainnya, pemerintah mengatur bagaimana setiap proses yang terjadi di ruang siber kita memberikan pelindungan bagi setiap warga negara,” tegas Bondan. 

Ia juga menyoroti kondisi ruang siber Indonesia dalam lima tahun terakhir berdasarkan pemantauan National Security Operation Center (NSOC) Badan Siber dan Sandi Negara. Sebanyak 3,8 miliar anomali trafik terjadi pada internet nasional, dengan titik tertingginya ditahun 2021 saat pandemi Covid-19.  

“Pada tahun 2025 ini saja, aktivitas anomali trafik kita mencapai 3,6 miliar atau sudah hampir melebihi aktivitas anomali dalam 5 tahun ke belakang. Ini menandakan bahwa ancaman di ruang siber sangat menantang ditahun ini,” tegas Bondan, menutup pidatonya.

Bondan berharap Digital Transformation Indonesia Conference and Expo 2025 dapat mewujudkan kepedulian bersama terhadap keamanan siber di Indonesia.

Usai memberikan keynote speech, Bondan juga menyempatkan waktu berkunjung ke booth Huawei Indonesia di perhelatan DTI-CX 2025. Ia disambut oleh Cyber Security and Privacy Officer (CSPO) Syarbeni beserta jajaran Huawei Indonesia.  

BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK BSSN 

Kembali ke Artikel